Pages

Senin, 30 September 2013

September Ceria, Tunggu Aku Tahun Depan!!!

Gambar diunduh dari Google
“I want to say something so embarrassing about September that even the leaves start blushing and turning red.” -  Jarod Kintz

September ceria.
Mari kita tanyakan saja pada Vina Panduwinata yang konon mempopulerkan istlah ini lewat lagu sendu mendayu yang sudah ada sebelum sebagian dari kita  dilahirkan.



Katakanlah saat ini saya tengah menikmati keceriaan September, sementara ada orang lain yang tengah berkelabu-kelabu ria. Padahal kelabu itu milik Desember. Betapa tidak adil peng-generalisasi-an atas bulan tersebut. Saya teringat kutipan kalimat Makoto Tanijiri, seorang arsitek nyentrik asal Jepang yang saya lupa-lupa ingat. Kira-kira begini:



“ Ketika suatu benda diberi nama maka fungsinya kemudian menjadi terbatas. Sebuah gelas hanya akan menjadi sebuah gelas karena namanya memang gelas. Padahal, gelas misalnya, bisa menjadi vas, pot, alat musik, akuarium bahkan lampu. Dengan menghilangkan nama itu, ia seharusnya bisa menjadi benda yang lain.”



Kalau saja Tuan Tanijiri ini hidup satu zaman dengan Tuan Shakespeare yang terkenal dengan ‘apalah arti sebuah nama’ itu, dia mungkin akan berteriak, “Tau apa lu tentang dunia gue, Shakes!”
Kekekekekekeke


Saya tidak ada masalah sebenarnya dengan penamaan bulan yang ditambahi embel-embel di belakangnya, karena tiap orang punya kisah sendiri-sendiri. Tahun ini bisa jadi saya setuju dengan konsep September ceria. Karena kebetulan bulan ini banyak kejutan yang saya dapat tapi belum tentu tahun depan saya akan tetap ceria kan?


Tak banyak yang berubah dalam hidup saya tiap bulannya. Bangun pagi-kerja-pulang-sepik dikit sama orang di rumah-tidur-ketemu pagi. Bangun pagi lagi-kerja lagi-pulang lagi-nyepik sana sini lagi-tidur lagi. Begitu. Benar! Sudah lama saya menjadi anti sosial. Kamu enggak?



Pun September tahun ini, betapa sungguh biasa saja.


Selain berat badan yang dengan susah saya jaga agar tidak naik ke angka yang lebih besar (horeee!! Saya berhasil turun satu kg), hal yang  menceriakan kemudian adalah tanggal 25, karena hari gajian telah tiba  Ulang tahun adik perempuan saya satu-satunya yang telat saya sadari.


Bukan telat juga sebenarnya, saya sudah ingat jauh-jauh hari. Bahkan saat Agustus pun saya ingat. Tapi, ya gitu, lupa pas hari H. Akhirnya, kita ngucapin Saengil Cukka Hamnida-nya tanggal 26 September pukul 00:07. Ah, tanggal 26 pukul 00:07 itu kan di Indonesia. Kalau kita pakai jam Inggris masih belum telat. Di sana masih jam 8 malam kok, celetuk mama saya. Saya ngakak. Kita semua ketawa. Adik saya nangis.


Punya orang, dicomot seenaknya dari Google


Pun akhirnya hari ini, September yang ceria ditutup dengan hal yang biasa juga.


Kecuali pagi tadi.

Mama saya bertambah tua. Huaaaaaa. Pengen nangis. Mama saya genap 53 tahun, tahun ini.

Dari kemarin sore mama udah masak makanan enak. Karena saya tidak begitu mahir memasak, maka makanan yang habis saat saya makan berarti levelnya sudah enak.



Sudah seperti tradisi, kalau ada yang ulang tahun, mama masak buat kita. Kali ini mama yang ulang tahun dan masih juga harus masak sendiri. Anak-anaknya? Sibuk! Sibuk ngeluh-ngeluh telat ngantor. Sibuk ngeluh-ngeluh gak sempat sarapan karena harus buru-buru. Mama saya tetap tenang, memasak. Menyiapkan bekal untuk dimakan di kantor saja, katanya.



Semua orang pasti membanggkan mamanya lebih dari siapapun. Pun saya.
Mama saya tentulah bukan mama terbaik di dunia. Dia cerewet. Saya korbannya. Kekekekeke.
Mama saya guru.
Gurunya saya.
Gurunya adik saya juga.
Gurunya anak tetangga saya.
Gurunya mama teman saya juga.
Sampai sekarang hingga nanti, sampai mama capek sendiri, mama tetap bakalan jadi guru.
Jangan berhenti mengajar ya, Ma..


Dan, terimakasih sudah menutup September dengan ceria, Mama!!!


Psssttt, Ibu Rosmawaty..
Selamat Tambah Tua ya.
Semoga tetap sabar ngurusin anak-anakmu yang nakal dan gak tahu terimakasih ini.
Tetaplah bawel.
Karena kalo Ibu Ros jadi kalem, rumah gak bakalan ramai sama teriakan-teriakan adu pendapat kita.



Mungkin kau akan kecewa karena anak-anakmu tidak semanis anak tetangga lainnya, Bu Ros.
Anak-anakmu geli kalau harus bermanis-manis mengucapkan Selamat Ulang Tahun meski kau mengajari mereka dengan susah payah bagaimana menyenangkan orang lain.



Ibu Ros,
Terimakasih untuk marahmu yang luar biasa, saat makanan yang kau masak akhirnya basi karena anakmu memilih mengenyangkan perutnya di luar.
Terimakasih atas cubitan-cubitan pedih di paha saat anakmu malas mencuci piring bekas makannya sendiri. Bahkan hingga kini.
Maaf karena meski telah sanggup menghasilkan uang, kau tetap jarang kebagian mencicipinya. Biaya hidup anak muda zaman sekarang mahal, Ma.



Sengaja ditulis di sini saja karena kami, anak-anakmu bukan anak-anak yang romantis.
Semoga suatu hari nanti kapanpun itu, saat kau temukan tulisan ini, kau akan tersenyum bahagia.
Meski belum bisa membuatmu bangga tapi kami tetap merasa tenang karena kau tidak malu mengakui kami sebagai anak-anakmu.


Tetaplah sehat, Ibu Ros.


Ma, bagi duit dong!!!
Hahahahahahaha


__________________________________________________________________________

Catatan sikil: Anggap saja saya sedang bingung mau nulis tentang apa yang berakhir dengan Ucapan Selamat Ulang Tahun yang disamarkan. :)






10 komentar:

  1. Selamat Ulang Tahun buat Mamanya Nova.... ^^

    BalasHapus
  2. selamat hari lahir buat mama tercinta ya...semoga sehat bahagia selalu ....kalo diberi uang jangan lupa dibagi ya ...salam :-)

    BalasHapus
  3. Beuh senengnya naik berat badan, saya malah turun dibulan ini gara2 sakit kmaren :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yehhh yang kurus pengen gemuk, yang gemuk malah pengen turun
      Tukeran yuk :D

      Hapus
  4. Happy cake day to your mom!
    Seems like both of us have a nice september :)

    BalasHapus
  5. HBD mama tercinta........ waaahhh telat nich ya hehehehehehe

    BalasHapus
  6. kunjungan balik^^

    HBD Ibu Ros.. jadi mama yang luar biasa buat kedua anakmu ya :)

    btw, sesekali coba ke dunia luar. keluar dari comfort zone biar gak terlalu asik dengan ke anti-sosialanmu :)

    BalasHapus