Pages

Rabu, 28 April 2010

(Bukan) Hanya Untuk Anak taon 90an.

” Suamiku… Istriku.. Kakak Pai Su Chen… Adik Siao Ching…. Biksu Fa Hai, tolong lepaskan Istri Hamba… ” Masih ingat dialog ini..??? Ya, ini dialog sinetron jaman taon 95an. Tayang tiap hari jam 6 sore di SCTV. Gara - gara sinetron ini, jadwal belajar jadi dapat dispensasi dari Ibu. Karena Ibu juga bisa mewek kalo nonton ini. Hehehehehe.

Pai Su Chen. Istrinya Han Wen, si Ular Putih. Didapat dari koleksi Poto teman di FB
Pai Su Chen. Istrinya Han Wen, si Ular Putih. Didapat dari koleksi Poto teman di FB
Sebenarnya masih banyak lagi acara TV yang menarik di taon 90an, yang menurut saya lebih bagus ceritanya dari sinetron Jaman sekarang. Memang sih kualitas gambarnya gak bagus - bagus amat, tapi lumayan OKE mutunya. Kita bandingin aja dengan sinetron sekarang
Sinetron Dulu, Judulnya lebih ‘Dalam’. Contohnya, Senja Makin Merah, Noktah Merah Perkawinan, Tersanjung (yang episode nya panjang minta ampun), Bidadari Yang Terluka, Mawar Sejati Mawar Berduri, dll.
Sinetron Sekarang, Judulnya kebanyakan make nama Pemeran Utama. Contohnya, Melati, Cinta Fitri, Mawar - Melati, dll.
Sinetron Dulu, bisa menangkap beberapa orang dalam satu frame.
Sinetron Sekarang, Satu frame hanya satu - dua pelaku. Gak Asik, makanya gak nyambung banget sama sinetron sekarang.
Dan banyak lagi, alasan lain yang bikin saya lebih menjunjung faham Duluisme.

Power Ranger. Cikal bakal Ranger Sekarang.
Power Ranger. Cikal bakal Ranger Sekarang.
Dulu, di taon 95an, berarti saya masih awal masuk SD. Ada acara wajib yang gak boleh ketinggalan tiap hari Minggu. Sampe - sampe diomelin Ibu karena kelupaan nyuci sepatu sekolah. Hehehe. Power Rangers dan Wiro Sableng juga Serial Ular Putih versi Pagi, lebih menarik minat saya.
Tiap Minggu Pagi ganti - ganti saluran TV buat nonton Arena 123, yang di bawain ama Kak Devi Monica dan Kumba.
Kalo Minggu Siang nonton Album Minggu yang dibawakan Ian Abimayu. Isinya lagu dewasa semua
Kalo agak sorean, buru - buru pulang ngaji cuma untuk bela - belain nonton Super One yang tayang tiap jam 4 sore. Trus dilanjut lagi sama Ksatria Baja Hitam RX.
Makanan paling populer dan dipajang tiap warung : Anak Mas. Anak Mas yang bentuknya kayak mie, dibungkus pake plastik Merah, trus ada bumbu terpisahnya. Yang kandungan MSG nya tiada tanding, tiada banding. Hehehe
Kalo di sekolah, biasanya langsung nyari penjual gulali yang mangkal dipojok kiri gerbang sekolah. Gulalinya manis, manis semanis - manisnya.
Jagoan Neon yang bisa bikin lidah warna - warni
Belom lagi minta dibeliin sepatu yang dibelakangnya ada lampu yang bisa nyala tiap kali dipakai. Ampun, baru nyadar belakangan kalo itu noraknya gak ketulungan.
Berkali - kali merengek minta dibeliin Kaca Mata 3 dimensi, yang promosinya gencar mampus. Berkali - kali dibeli tetap gak sama dengan yang dipromosiin. Palsu semua.
Beli baju Panji Manusia Millenium yang bekangnya pake sayap. Kalo dah make baju ini, berasa kayak Panji beneran.
Ada juga baju Siluman Ular Putih yang gambarnya bisa nyala kalo dipake pas di gelap - gelap.
Tontonan Ibu yang ikut nonton juga, Ada Putri Xin Yi. Istri kedua dari seorang Panglima tapi malah disukai ama anak Panglima nya sendiri, mahir banget main kecapi.
Kalo gak malam, ada Serial Justice Bao. Tentang Hakim yang adil banget. Menghukum tersangka pake penggal kepala. Kalau yang mau dipenggal orang biasa, maka menggalnya make alat penggal kepala Anjing. Kalo yang mau dipenggal keturunan Kaisar dan sederajatnya, dipenggal make alat penggal kepala Naga.
Kalo sore, biasanya nonton Telenovela Cassandra, Maria Marcedes, Maria Lopez, dll. Kesal banget kalo ‘diusir’ ibu, disuruh ngaji.
Kalo masalah permainan, anak taon 90an lebih kreatif dari anak sekarang. Lihat aja Gobak Sodor, Patok Lele, Lompat Tali, dan permainan fisik lainnya. Kalo anak sekarang, jangan tanya. Paling PSP, Play Station, Game On Line, dan semacamnya.
Jaman memang sudah berubah. Hahh…!!!
Read more...

Jumat, 23 April 2010

Penghinaan terhadap pekerja Indonesia, di Tanah Air sendiri.

Kamis, 23 April 2010.
Kawasan Industri Tanjung Uncang, Batam digegerkan oleh deru mobil polisi yang menuju pusat kericuhan.
Teriak kemarahan para pekerja galangan kapal ini memenuhi langit pagi di PT Wifgasindo Electrical, terlihat anggota Kepolisian Sektor Kota Batuaji kewalahan meredam amukan massa. Lalu, dildatangkanlah jajaran Kepolisian Kota Besar Baraleng dan Kepolisian Daerah Kepri untuk membantu meredam amukan massa yang telah gelap mata. Bahkan, kesatuan dari Yonif 134 TS juga diperbantukan mengamankan kerusahan itu.. Berbagai cara dilakukan agar kerusuhan tidak merambah makin kisruh, termasuk membentangkan kawat berduri disekitar galangan kapal agar asset perusahaan tidak terlanjur diobrak - abrik pekerja yang kehilangan kendali.

” You all Indonesia stupid..!!!”

Pagi itu, suasana galangan kapal masih tampak tenang seperti biasa. Karyawan PT Wifgasindo Electrical, salah satu sub kontraktor Drydocks World Graha, baru saja memulai aktivitas mereka. Semua karyawan dari golongan helper, welder, painter, hingga atasan sibuk dengan aktivitas masing - masing. Memasuki pukul setengah delapan, musibah itu terjadi. Menurut penuturan narasumber ( salah satu helper yang tidak ingin disebut namanya ), kejadian diawali dari kelalaian seorang karyawan dalam bekerja. Ganesh, Supervisor berkebangsaan India itu meneriaki seorang karyawannya dengan makian yang menjadi pemicu kemarahan. ” Hey, you all Indonesia stupid..!!! ” di ruangan electric PT Wifgasindo. Mendengar makian tersebut, tak menunggu lama Ganesh pun di serang oleh karyawan yang tersinggung beserta ribuan karyawan yang merasa rasa Nasionalisme nya dilecehkan. Tak pelak, Ganesh langsung dikeroyok.
Sebelum kejadian ini berlangsung, telah lama sebenarnya tersimpan rasa sakit hati ribuan karyawan terhadap atasan mereka yang notabene berkebangsaan India. Maka, bak api menyambar bensin. Bukan hanya Ganesh yang diserang, puluhan Karyawan asal India pun ikut menjadi sasaran empuk.

Siapa Ganesh sebenarnya..???


Ganesh, seorang Supervisor Quality Control itu memang dikenal sebagai orang yang bertemperamental tinggi, agak suka menghina dan merendahkan orang lain. Begitulah penuturan salah seorang suplier PT Karya Indo Semesta. Penuturan saksi ini seolah memperkuat dukungan terhadap tindakan yang diambil oleh puluhan massa yanh emosi.

Dampak dari kerusuhan

Kerusuhan yang mengait - ngaitkan rasis ini makin marak hingga yang menjadi korban bukan hanya Ganesh dan warga India yang se Departement dengannya. Menurut berita yang dilansir dari salah satu korang harian Posmetro Batam, ribuan pekerja Drydocks World merusak semua bangunan perusahaan, peralatan kantor, dan puluhan mobil yang ada di perusahaan galangan kapal itu. Tak hanya itu, ribuan pekerja ini juga menyisir dan memukuli setiap tenaga kerja asing asal India yang mereka temui.
Berbekal batu, plat baja dan semua jenis peralatan yang didapat di lokasi perusahaan, pekerja lokal mengamuk. Mereka melempari bangunan, memecahkan kaca. Bahkan, lebih anarkis lagi, mereka juga membakar enam mobil dan bangunan. Sedikitnya, ada 27 unit mobil yang terparkir di perusahaan itu dirusak pekerja yang sudah dirasuki kemarahan ini.
Bahkan kerusuhan belum juga mereda hingga siang hari. Walaupun lokasi perusahaan berhasil dikuasai polisi, ribuan pekerja lokal yang merasa sakit hati juga masih berani meneriakkan orasi yang menggambarkan kekesalan mereka. Bahkan dihadapan Kepala Poltabes Barelang, Komisaris Besar Leonidas Braksan. ” Bakar… Bakar… Bakar… !!! Gempur…Gempur…Gempur..!!! ” Membahana hingga langit.

Read more...

Rabu, 21 April 2010

Jika Ibu adalah Kartini, maka siapakah Ayah...???



    Beberapa jam lagi akan menjadi pengubah tanggal, dari tanggal 21 April menjadi tanggal 22 April. Lalu apa masalahnya..??? Masalahnya, semua pembicaraan tentang Kartini dan Perempuan akan lenyap, berganti dengan topik - topik lainnya.Ya, kan memang harus begitu, masa mau ngomongin hal yang itu - itu jha tiap harinya.

     Yups, benar sekali. Tidak bisa disangkal, kalau sudah menyinggung tentang perempuan biasanya akan marak di tiap tanggal 21 April dan di 22 Desember. Inilah dua bulan kepunyaan perempuan. Setelah itu..??? Bablas... Boro - boro disinggung, diingat saja sudah sukur.

    Wah, kalau begitu perempuan patutnya bangga, masih ada yang mau mengingat mereka meski hanya dua kali dalam setahun. Lalu bagaimana dengan Laki - laki..??? Jangankan disinggung, diingat aja sukur.

Ya, begitulah kenyataannya. Meskipun derajat Ibu tiga tingkat lebih Mulia dari pada Ayah, namun marilah sejenak kita merenung. Siapa Ayah kita sesungguhnya..???

Ayah, lelaki kasar yang pantang sekali menangis. Namun, tetap tidak bisa membendung air matanya saat mendengar tangisan putri mungilnya untuk pertama kali.

Ayah, lelaki kaku yang jarang punya waktu untuk bermain dengan gadis kecilnya. Namun, saat dia pulang kerja dan melihatmu tertidur lelap, pernahkah kamu rasakan pipi dinginnya menyentuh pipi hangatmu..??

Ayah, yang jarang bercanda dengan mu, namun masih menyempatkan waktunya untuk memperbaiki selimut tidurmu. Dia tidak ingin gadis kecilnya kedinginan.

Setiap hari kamu lewatkan waktu bergurau dengan Ibumu, jarang sekali dengan Ayah. Namun tahukah kamu bahwa sepulang kerja, yang pertama sekali diingat Ayah adalah kamu. Tak perduli dengan lelah yang masih melekat, Ayah langsung menanyakan keadaanmu pada Ibu. Apakah kamu baik - baik saja..?? Apa yang kamu lakukan seharian ..?? Sudahkan kamu makan malam..??

Ibu akan terlihat panik sekali saat kamu sakit, namun sadarkah kamu bahwa Ayah tidak bisa tidur semalaman demi menjagaimu. Barangkali kamu memanggil namanya meskipun hanya sekedar igauan.

Saat kamu beranjak jadi gadis kecil yang manis, Ibu akan memberikanmu banyak sekali permen dan coklat agar kamu berhenti menangis. Beda dengan Ayah, dia lebih membiarkanmu menangis dari pada membelikan coklat dan permen. Karena Ayah tidak mau melihat gadis kecilnya terganggu dalam tidur karena sakit gigi

Ayah merasa bersalah sekali ketika kamu menangis karena tersundut rokoknya. Mulai saat itu Ayah bersumpah tidak akan menyentuh rokok yang telah melukai gadis kecilnya. Meski rokok adalah nyawa keduanya.

Saat menonton Karnaval, Ibu akan menggendongmu. Tapi Ayah, akan mendudukkanmu di bahunya. Agar kamu bisa melihat dengan jelas arak - arakan yang ramai.

Seusai melihat Karnaval, Ibu akan mengajakmu melihat keramaian, lalu memegang tanganmu. Tapi Ayah, akan menggendongmu. Tidak akan dibiarkannya kamu tersenggol orang yang lalu lalang.

Kalian melewati toko mainan. Kamu merengek minta dibelikan boneka kesukaanmu. Tapi ayah, dengan tegas mengatakan " Ayah akan belikan, tapi bukan sekarang, Nak. " Ayah tidak mau menjadikanmu manja dengan menuruti semua keinginanmu.

Saat kamu mulai lancar bersepeda, Ayah akan melepaskan roda bantu sepedamu. Ibu akan marah pada Ayah " Ayah, nanti putri jatuh. " Namun Ayah, dengan penuh keyakinan membiarkanmu mencoba sepeda tanpa roda bantu sambil mengekor dari belakang. Tahukah kamu, Ayah ingin kamu bisa mandiri dan tidak selalu bergantung pada roda bantu itu.

Saat Ibu sakit, Ayahlah yang membereskan tempat tidurmu. Agar kamu lelap sepanjang malam.

Ibu akan selalu menyisir rambutmu, menaburkan bedak kewajah cantikmu. Sebenarnya Ayah juga ingin sekali melakukannya. Tapi Ayah takut, tangan kasarnya akan melukai pipimu.

Saat gadis kecilnya beranjak remaja. Ayah mulai memberlakukan jam malam. Tahukah kamu tujuan Ayah..??? Ayah ingin mendidik kamu menjadi gadis yang disiplin.

Saat pertama kali kamu mencoba melanggar jam malamnya, Ayah gelisah menungguimu didepan teras. Tahu kenapa..?? Ayah ingin menjadi orang pertama yang memastikan keadaan gadis kecilnya baik - baik saja.

Saat teman lelakimu mengunjungimu dirumah pada satu kesempatan, Ayah akan memasang wajah paling dingin sedunia. Pernah kamu bertanya kenapa..?? Karena saat itu Ayah merasa ketakutan bahwa kamu, pelan - pelan akan mulai melupakannya.

Ayah mulai memilah - milah teman lelakimu. Kamu menentang Ayah, lalu Ayah membentakmu..!! Saat itu, kamu membanting pintu kamar sekuatnya, hingga kusen jendela ikut bergetar.
Ibu yang mengetuk pintu kamar, memujukmu dan membelai lembut rambutmu. Tapi kamu tidak melihat, saat itu Ayah menutup matanya rapat sekali dan menyesal telah membentakmu. Ayah hanya tidak ingin kamu disakiti siapapun, Karena bagi Ayah, kamu adalah Anugerah yang paling luar biasa berharga dalam hidupnya.

Saat kamu berulang Tahun ke - 17, Ayah tidak mengucapkan Selamat padamu. Karena Ayah sibuk bekerja untuk mempersiapkan kado paling Istimewa, biaya untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas yang selalu kamu impikan.

Di album keluarga, tak satupun ada foto Ayah, karena Ayahlah yang jadi fotografernya.

Satu waktu saat tengah makan malam, Ayah tidak ada dimeja makan. Dia sibuk mencarikan lilin, agar gadis kecilnya tidak tertelan duri ikan. 

Saat akan melepaskanmu kuliah ke luar kota. Ibulah yang memelukmu erat dan menangis. Namun saat itu tanpa kamu sadari, Ayah membalikkan badannya membelakangimu, menghapus air matanya. Ayah tidak ingin air matanya menjadi pemberat langkahmu mengejar cita - cita.

Saat kamu kuliah diluar kota, Ibulah yang sering menelponmu, menanyakan kabarmu. Namun Ayah lah, yang menyuruh Ibu. Karena Ayah takut, suara Ayah akan bergetar saat berbicara denganmu di telepon. Ayah tidak ingin terlihat rapuh, meski Ayah sangat kehilangan putri kecilnya.

Ternyata Ayah bisa lebih cengeng dari Ibu, saat mengetahui bahwa gadis kecilnya sakit diperantauan.

Ayah lupa sudah berapa banyak kerutan diwajahnya, karena Ayah lebih sibuk mencarikan uang untuk keperluan kuliahmu. Meski sering kali kamu salah mempergunakan uang itu.

Ayah lah yang pertama kali berdiri dan bertepuk tangan bangga padamu saat  kamu wisuda. Ayah akan tersenyum lega, melihat putri kecilnya telah tumbuh dewasa menjadi gadis yang mandiri dan tidak manja.

Setelah itu, kamu akan semakin sibuk dengan pekerjaanmu yang menumpuk. Jarang sekali menyapa Ayah yang kian ringkih. Namun, Ayah akan sangat memaklumi bahwa kamu lelah seharian bekerja dan tidak pernah menuntutmu meluangkan waktu untuknya. Seperti yang sering kamu lakukan dulu pada Ayah.

Kemudian, Ayah sangat kehilangan saat kamu mulai lebih sering berlama - lama menghabiskan waktu dengan kekasihmu diruang tamu. Saat itu, setiap malam Ayah rutin sekali membuka album masa kecilmu. Dia menangis dalam senyumnya. Terbayang didepan matanya, sebentar lagi putri kecinya yang selalu dibanggakannya akan benar - benar meninggalkannya.

Itulah Ayah, orang yang berjasa dalam hidup kita. Namun, miris sekali tidak ada hari Khusus Istimewa untuk mereka.
Read more...

Selasa, 20 April 2010

Pria juga wajib tahu, Titik..!!!

Sakit hati sekali rasanya saat kita sakit, malah ada teman dekat yang menganggap sakit yang kita derita hanya sebagai alasan untuk menghindari sesuatu atau hanya sekedar keinginan untuk bermanja - manja. Seperti waktu - waktu lalu, saat saya benar - benar terkapar tanpa daya seharian dirumah. Ya, hanya meringkuk di kamar. Membatalkan semua janji dengan teman, tak bernafsu pada komputer dan TV, bahkan rela bolos kuliah, sodara - sodara..!!!
Apa gerangan yang terjadi pada saya..??? Saya sedang mengidap PMS waktu itu.

apa itu PMS..??
Premenstrual Syndrom atau yang lebih sering disingkat menjadi PMS adalah sejenis penyakit yang sangat menyusahkan hampir 85% wanita sedunia. Penyakit ini menyerang wanita saat akan atau sedang dalam masa menstruasi, sangat mengganggu fisik dan mental wanita. Biasanya korbannya adalah wanita usia 17 - 50 tahun.

Bagaimana Gejala dan Dampaknya pada penderita..??
Mengapa saya berani mengatakan bahwa ini sangat mengganggu fisik hingga mental penderita?
Saat PMS mulai menunjukkan kuasanya, maka sipenderita akan mengalami reaksi fisik yang sangat tidak nyaman. Akan ada nyeri disekitar payudara, kram diperut bagian bawah, pegal di sekitar pinggang belakang, badan terasa remuk, kepala pusing, mual hingga muntah, bahkan yang terparah gemetar pada lutut yang biasa berlangsung dua hari sebelum dan dua hari selama menstruasi.
Lalu, siapa yang tidak tertekan mentalnya jika sudah menghadapi hal seperti ini..?? Maka, penyakit 'kejiwaan' lain yang akan menyusul adalah mudah gelisah, Emosi yang tiba - tiba meledak tak karuan, hingga depresi.
Namun, teman - teman pria biasanya menyepelekan hal ini. Berikut beberapa komentar teman pria saya:
1. " Alah, sakit segitu aja. Kan yang sakit cuma perut, masa sampe gak bisa ikutan nongkrong dikantin sih?? Payah.." Biasanya saya hanya diam saja kalau digituin, karena akan lebih panjang lagi urusannya jika saya ikut menanggapi. Kebawa emosi akhirnya.
2. " Masa cuma karena PMS yang gak seberapa, kamu mau ikut kuis susulan ?? Dosen Akuntansi Perpajakan itu mana mau terima alasan ecek - ecek gitu.." Hah... PMS dikatain gak seberapa dan dibilang alasan ecek - ecek. Kurang Ajar betul !!!
3. Kan dapetnya tiap bulan, masa masih gak bisa nahan sakit sih..??? Manja banget..!!!" PMS itu ibarat sakit gigi, kawan. Memang sakitnya cuma dimulut, tapi efeknya nyebar kemana - mana.

Lalu apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan.. ??
Teman saya sesama penderita ada yang menganjurkan mengkonsumsi obat instan yang telah dipasarkan secara umum. Namun, tidak semua manjur mengingat kadar PMS tiap wanita berbeda.
Saya lebih nurut pada saran Ibu saya, bukan karena dia itu Ibu saya. Tapi, karena Ibu saya juga penderita seperti layaknya saya.

~ Perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, Vitamin B6, dan Mineral.
Seperti yang terdapat pada Nasi, Umbi - umbian, Sereal, Ikan, Telur serta kacang - kacangan dan perbanyaklah minum air putih.
~ Sebisa mungkin hindari meminum susu
Kandungan Kalsium pada susu justru memperlambat penyerapan magnesium, berbanding terbalik dengan kondisi tubuh yang membutuhkan banyak sekali magnesium saat lagi 'dapet'.
~ Makan buah yang rasanya asam
Biasanya PMS takut sekali pada Nanas, Kedondong, Mangga, dan buahan asam lainnya. Karena zat asam pada buah ini mampu meluruhkan 'gumpalan' yang mengganjal diperut bawah.
~ Biasakan Olah raga teratur minimal jalan kaki keliling Blok secara rutin.
(Ini yang paling tidak pernah saya lakukan)
~ Kurangi makanan berbahan Tepung
Mie Instant, Roti, Pasta, bahkan Puff Pastry yang rasanya menggoda harus hindarkan. Mengingat bahan baku pembuat makanan ini dapat menampung dan menyerap kadar air dalam tubuh. Justru saat lagi 'dapet' sebaiknya kadar air dalam tubuh harus diminimalkan, karena dapat mengakibatkan rasa mual.

Apa dampak PMS Jangka Panjang..??
Belum ada satupun pendapat yang saya dengar, bahwa PMS bisa mengakibatkan kematian.

Lalu, apa hubungan Artikel ini dengan Judul diatas..?? Saya cuma ingin menyadarkan para lelaki yang tidak punya hati agar lebih memahami saudaranya, temannya, pacarnya, sahabatnya, dan pada wanita lain yang tengah menderita PMS. Kelihatan memang sepele, tapi cobalah bayangkan seandainya Anda (lelaki) berada pada posisi ini.  Menanggung sakit tiap bulan, lalu kami (perempuan) dengan tidak berperasaannya mengata - ngatai Anda manja, cengeng, lain sebagainya.

BAGAIMANA PERASAAN ANDA, para Pria..???
Read more...

Nyatanya, R. A. Kartini telah lama mati..!!!


Menyambut 21 April mendatang, saya pastikan bahwa akan ada banyak sekali Artikel atau tulisan lainnya yang berbau Kartini. Baik itu di Jejaring Sosial, beberapa postingan teman di blog bahkan di koran bekas bungkus terasi yang amis tak ketulungan, termasuk artikel ini salah satunya. Ya, April ini adalah bulannya Kartini, atau bulannya wanita - wanita yang diKartinikan atas beberapa alasan.

Tulisan ini bukannya bentuk rasa sakit hati saya terhadap wanita - wanita yang 'berparas' Kartini, bukan sama sekali..!!! Namun hanya kekecewaan saya terhadap makna Kartini saat ini. Coba kita ulas balik riwayat R. A. Kartini dengan kandidat Ibu Kartini zaman sekarang. Bacalah biografi R. A. Kartini dan biografi Ibu Kartini yang akan menerima kehormatan yang sangat tidak pantas jika di sandingkan dengan pendahulu mereka -R. A. Kartini sesungguhnya- lalu BANDINGKAN, kawan..!!!

Maka, akan kita temukan perbedaan yang sangat kontras sekali nantinya. Ibu Kartini (meski tidak semua kandidat seperti itu) hanya akan mengenakan kebaya dan sanggul kebesaran pada saat akan berlangsungnya penyerahan award yang mereka masuk sebagai nominasi. Berdandan di salon ternama atau mematut - matut wajah cantiknya berjam - jam didepan cermin kemudian tersenyum merekah membayangkan pemandu acara mengumandangkan nama mereka sebagai penerima 'gelar' bergengsi pada akhirnya. Mencocokkan semua koleksi high heels lalu berjalan mondar - mandir bak peragawati memamerkan busana karya Yves Saint Laurent yang legendaris sambil sesekali mencoba senyum mana yang paling cocok nantinya di acara agung itu. Lalu, setelah acara selesai..??? Lihat saja, tidak sampai hitungan minggu maka tabiat asli mereka akan segera bermunculan. Tak pelak lagi, R. A. Kartini pasti akan menangis dan meraung - raung sejadi - jadinya pada Tuhan agar diberikan kesempatan mencakar - cakar wajah topeng si Ibu Kartini yang penuh dempulan bedak.

Lalu, bagaimana dengan nasib perempaun 'titisan' R. A. Kartini..??? Umumnya mereka terlupakan dan tersudut dengan aktifitas yang membuatnya tak sempat menyentuh bedak, bahkan bedak Viva no.4 yang harga 2000 perak saja pun mereka belum pernah memakainya. Merekalah potret R. A. Kartini yang diberi segenap kesulitan dalam hidupnya, menjujung segala bentuk kepenatan hidup. Namun sedikitpun tak pernah merasakan lembutnya kebaya berbahan Satin, Organdi, maupun sutra yang biasa dikenakan Ibu Kartini yang bersenyum layaknya robot yang telah disetting sedemikian manisnya. Mereka yang selalu berparfum keringat, berlulurkan peluh dan membayar dengan air mata atas semua derita yang mau - tidak mau harus mereka beli dari seorang bandar nasib buruk yang selalu memperkosa kehidupan mereka. Merekalah yang harusnya melenggang di catwalk kehormatan, menggantikan Ibu Kartini jadi - jadian dengan senyum yang terpaksa disunggingkan karena terbukti bukan mereka pemenangnya dalam hajatan tahunan dimusim ini. 

Mereka, para 'titisan jiwa R. A. Kartini' yang selalu menyamarkan lelah diwajah agar terlihat cantik dimata suami tercinta. Menegar - negarkan derita dihadapan anaknya, seolah tidak ada kesan pahit dalam hidupnya barang sedetik pun. Merekalah yang harusnya mendapatkan anugerah dan gelar kehormatan yang telah lama dilupakan si pembawa acara maupun si empunya hajatan yang membuat acara abal - abal dengan membelakangi mereka karena jijik dengan uap keringat mahal para titisan R. A. Kartini tersebut.

Kalau saja kita bisa mendengar suara - suara manusia yang telah mati ratusan tahun lalu, maka suara jerit tangis R. A. Kartini lah yang paling menyayat hati pada bulan ini. Karena tidak sudinya beliau, bulan ini dicemari dengan acara penganugerahan tanpa mutu itu..!!!

Jadi, masihkan kita patut berbangga hati atas event salah kaprah yang kita gadang - gadangkan bertahun - tahun ini..???

Read more...

Selasa, 13 April 2010

Saya ingin hidup tanpa kesia - siaan

Mati sia - sia menurut saya adalah saat sebelum mati, saya belum sempat melakukan apapun dalam hidup, sekecil apapun bentuknya, dan apa serta siapa yang merasakan akibat dari perlakuan saya. Saya tidak pernah ‘memaksa’ hidup saya untuk menjadi sesempurna pandangan orang lain. Toh, apapun yang saya lakukan dalam hidup, kan saya yang akan menerima imbas baliknya.

Saya hanya ingin menghabiskan sisa hidup saya dengan terbang kemana pun, tak akan saya hiraukan orang yang berteriak memaksa saya singgah. Meski dengan terbang, sayap saya akan kelu, lalu tersangkut didahan meranti. Lah kalo tersangkut, paling juga luka, atau paling mentok sayap saya patah. Biarlah, biarlah patah. Kalau hanya dengan itu ‘keliaran’ saya akan terhenti.

Saya tidak pernah bersusah payah ‘merancang’ hidup saya dimalam hari untuk kemudian menuntut diimplementasikan di sepanjang hari besoknya. Saya hanya bisa pasrah pada otak yang memerintahkan kaki untuk melangkah selanjutnya. Terserah, terserahlah kemana tujuannya, tidak pernah saya berpusing - pusing ria memikirkannya.

Saya hanya ingin menuangkan sedikit air pada bunga Melati yang teronggok layu disudut pekarangan dengan pucuk - pucuk muda yang harusnya sudah timbul sekarang. Yah, hanya sedikit air, karena persediaan saya memang terbatas. Setidaknya Melati itu tidak mati hari ini. Meski air itu hanya air bekas jilatan kucing berhari - hari lalu yang sudah berlumut. Biarlah, Melati itu pun tidak bakalan tersinggung. Kalaupun dia tersinggung dan merengut, saya tinggal bilang ” Udah, sukurin ajha, masih mending kamu saya kasih air. Atau mau saya mandikan dengan air termos..??? ” Beres…!!!

Saya hanya ingin duduk diam dipeluk angin dan bercumbu dengan debu jalanan, meski saya tau orang akan menjauhi saya karena keadaan saya yang menjijikkan. Saya tidak ambil pusing. Yang bau dan dekilkan saya…!!! Siapa suruh punya hidung sensitif.

Saya hanya ingin berlari, berlari sekuat kemampuan saya. Tak mengapa kalau akhirnya saya bengek, yang penting saya sudah berlari dan merasakan sendiri dan bukan hanya dari cerita orang.

Saya keras kepala..??? Memang..!!! Lalu kenapa kalau saya keras kepala..??? Saya menyebalkan..??? Betul sekali…!!! Ada masalah..??? Saya hanya ingin hidup sebebas yang saya mau. Tanpa ada orang yang bersuara, termasuk kamu, kawan…!!! Karena jika saya nanti mati, saya tidak mati sia - sia karena saat hidup, saya sudah melakukan yang saya mau.

Sebenarnya, gampang sekali memahami saya. Duduklah dengan tenang disamping saya tanpa bersuara, lalu saya pastikan bahwa saya akan berubah menjadi peri yang manis. Bahkan sangat manis sekali..!!! Jangan memusingkan saya dengan komentar yang melepuhkan telinga, karena saya akan semakin ‘liar’. Jangan hiraukan ketika saya mulai tertawa terbahak bersama embun dan gelegar petir, karena sesudahnya saya akan siap mendengarkan semua wejangan mu, kawan. Yang paling fatal, jangan pernah merantai sayapku, teman…!!! Karena itulah nyawaku.

Akan ada saat nanti saya akan menjadi budakmu dan melepaskan semua atribut ‘kebinalan ‘ saya, tapi bukan sekarang. Tunggulah, akan datang saatnya. Mungkin sebentar lagi, asal kamu bersedia bersabar.. Sekali lagi, Itulah mengapa saya tidak mau mati sia - sia.
Read more...

Minggu, 11 April 2010

Sejarah Batam masa lalu

 
    Mungkin sebagian dari kita hanya mengetahui Batam sebagai kota Industri. Tapi, tahukah kita bahwa Batam yang berpusat di Batam Centre ini hanya kota kecil yang terdiri dari 12 kecamatan..???
Nama Batam sendiri dahulunya adalah Pulau Batang - yang ditandai pada sebuah peta perlayaran VOC tahun 1675 yang masih tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden. Bahkan sumber lain menyebutkan nama Batam saat ini hanya ditemukan di Traktat London tahun 1824. Menurut sejarah, Batam pertama kali dihuni oleh orang Laut, sebutan lain untuk orang Laut ini adalah orang Selat. Diperkirakan merekalah suku asli Batam yang ber-ras Melayu. Orang Selat ini menghuni Batam pertama kali pada 231 M yang disebut Pulau Ujung pada zaman Singapura. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa Pulau yang pernah dijadikan sebagai medan peperangan oleh Laksamana Hang Nadim dalam menumpas Penjajah ini telah ditempati oleh Orang Selat pada abad ke 14, atau tepatnya diakhir tahun 1300an. Mereka menempati wilayah ini sejak Zaman kerajaan Tumasik - yang saat ini disebut - Singapura. 
   Pulau Batam saat itu dipimpin oleh Laksamana Hang Nadim, yang berpusat di Bentang - saat ini di sebut - Pulau Bintan. Lalu dipimpin oleh Sultan Johor hingga pertengahan abad ke 18 yang mana kerajaan Malaka saat itu dalam masa kejayaan. Hingga terbentuklah kerajaan Riau Lingga yang dipimpin oleh Yang Dipertuan Muda Riau. Kemudian dari berbagai silsilah keluarga kerajaan Melayu ini disebut - sebutlah nama Raja Isa.
    
   Raja Isa sendiri adalah Putra dari Raja Ali dengan Permaisurinya yang bernama Raja Buruk binti Raja Abdulsamad. Raja Ali sendiri adalah cucu dari Yang Dipertuan Muda Riau V ibni Daeng Kamboja Yang Dipertuan Muda Riau III. Dari silsilah keluarga kerajaan tersebut, jelaslah bahwa Raja Isa masih keturunan Yang Dipertuan Muda Riau. Pada zamannya, Raja Isa adalah tokoh penting dalam keluarga kerajaan Riau.

   Menurut penuturan sejarah, Raja Isa lah yang kemudian membuka sebuah perkampungan baru di Batam yang kemudian diberi nama ' Nongsa'. Namun, apakah benar bahwa Raja Isa lah yang menbuka ' Nongsa'?? Entahlah, ada dua sumber yang menguatkan akan kebenaran jejak sejarah ini, yakni: Sumber Belanda dari tahun 1833 [Beknoopte Aantekening over het Eiland Bintang 1833] dan 1837 [Beknopte Aantekening van Het Eiland Bintang Nederlansch Etablissant en Eenige daar toe Behoorende Eilande 1837] yang masih tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

   Raja Isa lah yang kemudian memerintah Nongsa dengan gelar Sultan Abdulrahman Syah Lingga-Riau selama kurang lebih 20 tahun ( 1812 - 1832). Lalu, saat Raja Isa wafat pada tahun 1832, tampuk kerajaan kemudian dikendalikan oleh Yang Dipertuan Muda Riau ( Raja Muhammad Yusuf ) berpusat di Pulau Penyengat. Pada 1895, Yang Dipertuan Muda Riau V Raja Muhammad Yusuf menunjuk Tengku Umar bin Tengku Mahmud untuk 'mengelola' Batam yang berpusat di Pulau Buluh. 
   
   Hingga akhir kejayaan kerajaan Melayu pada abad 1911, Batam dipimpin oleh Raja Jaafar yang kemudian dihapuskanlah Kerajaan Riau - Lingga oleh pemerintah Hindia Belanda pada  tahun 1913 (Lagi - lagi Belanda... Huufff..!!!).

Perkembangan Batam setelah runtuhnya sistem Kerajaan Riau-Lingga
 
   Di era 1960an, Batam ditunjuk sebagai Basis Logistik minyak bumi yang bersumber di Sambu. Lalu, sepuluh tahun kemudian, Batam ditetapkan sebagai Lingkungan Kerja Daerah Industri dengan dukungan dari Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam yang dikenal sebagai Badan Otorita Batam, yang berlandaskan pada Kepres no. 41 tahun 1973. Dilanjut dengan disahkannya Peraturan Pemerintah pada tahun 1980an, dengan no.34 tahun 1983 yang menegaskan bahwa Kecamatan Batam ditingkatkan menjadi Kotamadya Batam yang Bertugas menjalankan Administrasi Pemerintahan dan Kemasyarakatan dan mendukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam.

   Pada akhir tahun 1990an, berdasarkan pada Undang - Undang no.53 tahun 1999, maka Kotamadya Batam disahkan menjadi Daerah Otonomi untuk menjalankan fungsi Pemerintahan dan Pembangunan dengan bekerjasama dengan Badan Otorita Batam. Lalu, setelah melalui proses panjang selama hampir 2 tahun, akhirnya dikeluarkanlah Undang - Undang no.25 tahun 2002 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
http://tanjungpinang.bpk.go.id/web/wp-content/uploads/2009/09/perda-no-9-sot-bappeda-2007.pdf Hingga kini, Batam telah disahkan menjadi bagian dari wilayah Kepulauan Riau yang berpusat di Tanjung Pinang.


 
Read more...