Pages

Minggu, 11 April 2010

Sejarah Batam masa lalu

 
    Mungkin sebagian dari kita hanya mengetahui Batam sebagai kota Industri. Tapi, tahukah kita bahwa Batam yang berpusat di Batam Centre ini hanya kota kecil yang terdiri dari 12 kecamatan..???
Nama Batam sendiri dahulunya adalah Pulau Batang - yang ditandai pada sebuah peta perlayaran VOC tahun 1675 yang masih tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden. Bahkan sumber lain menyebutkan nama Batam saat ini hanya ditemukan di Traktat London tahun 1824. Menurut sejarah, Batam pertama kali dihuni oleh orang Laut, sebutan lain untuk orang Laut ini adalah orang Selat. Diperkirakan merekalah suku asli Batam yang ber-ras Melayu. Orang Selat ini menghuni Batam pertama kali pada 231 M yang disebut Pulau Ujung pada zaman Singapura. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa Pulau yang pernah dijadikan sebagai medan peperangan oleh Laksamana Hang Nadim dalam menumpas Penjajah ini telah ditempati oleh Orang Selat pada abad ke 14, atau tepatnya diakhir tahun 1300an. Mereka menempati wilayah ini sejak Zaman kerajaan Tumasik - yang saat ini disebut - Singapura. 
   Pulau Batam saat itu dipimpin oleh Laksamana Hang Nadim, yang berpusat di Bentang - saat ini di sebut - Pulau Bintan. Lalu dipimpin oleh Sultan Johor hingga pertengahan abad ke 18 yang mana kerajaan Malaka saat itu dalam masa kejayaan. Hingga terbentuklah kerajaan Riau Lingga yang dipimpin oleh Yang Dipertuan Muda Riau. Kemudian dari berbagai silsilah keluarga kerajaan Melayu ini disebut - sebutlah nama Raja Isa.
    
   Raja Isa sendiri adalah Putra dari Raja Ali dengan Permaisurinya yang bernama Raja Buruk binti Raja Abdulsamad. Raja Ali sendiri adalah cucu dari Yang Dipertuan Muda Riau V ibni Daeng Kamboja Yang Dipertuan Muda Riau III. Dari silsilah keluarga kerajaan tersebut, jelaslah bahwa Raja Isa masih keturunan Yang Dipertuan Muda Riau. Pada zamannya, Raja Isa adalah tokoh penting dalam keluarga kerajaan Riau.

   Menurut penuturan sejarah, Raja Isa lah yang kemudian membuka sebuah perkampungan baru di Batam yang kemudian diberi nama ' Nongsa'. Namun, apakah benar bahwa Raja Isa lah yang menbuka ' Nongsa'?? Entahlah, ada dua sumber yang menguatkan akan kebenaran jejak sejarah ini, yakni: Sumber Belanda dari tahun 1833 [Beknoopte Aantekening over het Eiland Bintang 1833] dan 1837 [Beknopte Aantekening van Het Eiland Bintang Nederlansch Etablissant en Eenige daar toe Behoorende Eilande 1837] yang masih tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

   Raja Isa lah yang kemudian memerintah Nongsa dengan gelar Sultan Abdulrahman Syah Lingga-Riau selama kurang lebih 20 tahun ( 1812 - 1832). Lalu, saat Raja Isa wafat pada tahun 1832, tampuk kerajaan kemudian dikendalikan oleh Yang Dipertuan Muda Riau ( Raja Muhammad Yusuf ) berpusat di Pulau Penyengat. Pada 1895, Yang Dipertuan Muda Riau V Raja Muhammad Yusuf menunjuk Tengku Umar bin Tengku Mahmud untuk 'mengelola' Batam yang berpusat di Pulau Buluh. 
   
   Hingga akhir kejayaan kerajaan Melayu pada abad 1911, Batam dipimpin oleh Raja Jaafar yang kemudian dihapuskanlah Kerajaan Riau - Lingga oleh pemerintah Hindia Belanda pada  tahun 1913 (Lagi - lagi Belanda... Huufff..!!!).

Perkembangan Batam setelah runtuhnya sistem Kerajaan Riau-Lingga
 
   Di era 1960an, Batam ditunjuk sebagai Basis Logistik minyak bumi yang bersumber di Sambu. Lalu, sepuluh tahun kemudian, Batam ditetapkan sebagai Lingkungan Kerja Daerah Industri dengan dukungan dari Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam yang dikenal sebagai Badan Otorita Batam, yang berlandaskan pada Kepres no. 41 tahun 1973. Dilanjut dengan disahkannya Peraturan Pemerintah pada tahun 1980an, dengan no.34 tahun 1983 yang menegaskan bahwa Kecamatan Batam ditingkatkan menjadi Kotamadya Batam yang Bertugas menjalankan Administrasi Pemerintahan dan Kemasyarakatan dan mendukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam.

   Pada akhir tahun 1990an, berdasarkan pada Undang - Undang no.53 tahun 1999, maka Kotamadya Batam disahkan menjadi Daerah Otonomi untuk menjalankan fungsi Pemerintahan dan Pembangunan dengan bekerjasama dengan Badan Otorita Batam. Lalu, setelah melalui proses panjang selama hampir 2 tahun, akhirnya dikeluarkanlah Undang - Undang no.25 tahun 2002 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
http://tanjungpinang.bpk.go.id/web/wp-content/uploads/2009/09/perda-no-9-sot-bappeda-2007.pdf Hingga kini, Batam telah disahkan menjadi bagian dari wilayah Kepulauan Riau yang berpusat di Tanjung Pinang.


 

0 komentar:

Poskan Komentar