Pages

Kamis, 25 Maret 2010

Sedikit Cerita tentang Batam

Batam adalah salah satu dari sekian banyak pulau di Indonesia, tercatat sebagai salah satu Provinsi termuda dengan Ibu Kota Provinsi Tanjung Pinang. Batam secara Geografis berada diperairan Selat Malaka dan Selat Singapura, dengan luas wilayah 1.570,35 km², karena Batam merupakan wilayah kepulauan maka luas wilayah daratannya hanya 715 km² atau 115% dari luas wilayah Singapore secara keseluruhan. Batam sendiri beriklim tropis dengan suhu 26 - 34 derajat Celcius, dan berjarak 160 m diatas permukaan laut dengan dataran yang berbukit dan bergelombang.


Batam yang disebut sebagai Singapore-nya Indonesia adalah salah satu kota Industri terbesar di Indonesia, dengan pertumbuhan penduduk yang cenderung relatif stabil, Batam sendiri berpusat kota di Batam Centre yang terdiri dari 12 Kecamatan. Kota Batam sendiri meliputi lebih dari 400 pulau dengan 329 pulau diantara nya telah diberi nama termasuk pulau yang berada di perbatasan negara.

                                        Batasan Pulau Batam berdasarkan geografis:
                                 Sebelah Utara: Berbatasan dengan Selat Singapura (Singapore)
                                 Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Senayang
                                 Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kabupaten Karimun
                                 Sebelah Timur: Berbatasan dengan Kecamatan Bintan Utara


Karena wilayah Batam terletak pada jalur pelayaran Internasional paling ramai di Dunia dan hanya berjarak 12,5 mil laut atau sekitar 20 km dari Singapura dan gerbang lalu lintas wisatawan dari dan luar negeri melalui pelabuhan domestik Internasioanal, Sekupang dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, menjadikan hal ini sebagai modal bagi pemerintah untuk memacu perkembangan wilayah di semua aspek kehidupan, maka pemerintah mengembangkan Pulau Batam menjadi Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam.


Sejak dua puluh tahun lalu, pulau kecil Batam yang terletak di sebelah utara Selat Singapura, telah berkembang dengan sangat pesat di luar perkiraan kebanyakan orang. Bahkan pada tahun1970an sangat sedikit orang yang mengetahui keberadaannya.

Di bawah kepemimpinan Prof. DR. Ing BJ Habibie, yang menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada masa itu, seluruh bagian Pulau Batam dinyatakan sebagai kawasan berikat, sehingga lebih memantapkan lagi kedudukannya sebagai daerah industri yang luas bertujuan ekspor.

Hingga kini, Batam masih dipercaya oleh Pihak Investor sebagai kota tujuan untuk menanamkan modal dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota setempat.

0 komentar:

Poskan Komentar